Bahaya membaca ditempat gelap │ anakdalam86
Paijo paling suka mojok di tempat yang agak gelap, dengan
memegang smartphone atau tablet kesayangannya. Entah apa yang sering di baca
Paijo.
Walaupun nyamuk- nyamuk genit kerap kali hinggap di badannya, namun Paijo seperti tak pernah merasakan gigitan nyamuk genit.
Walaupun nyamuk- nyamuk genit kerap kali hinggap di badannya, namun Paijo seperti tak pernah merasakan gigitan nyamuk genit.
Dia tetap asik membaca di pojokkan .
Paijo bukanlah satu- satunya orang yang gemar membaca di
tempat gelap. Masih banyak Paijo yang lain dengan kesenangan membaca di tempat
gelap.
Paijo juga suka membaca sebelum tidur. Selama mata masih bisa
melek, Paijo akan gunakan untuk membaca apa saja yang ada di internet. Paijo
takut gelap, tetapi suka membaca ditempat gelap.
![]() |
Membaca di tempat gelap |
Membaca menjadi kesenangan tersendiri buat seseorang, sebab
dari membaca kita bisa menambah wawasan, pengetahuan, dan memperkaya kosa kata.
Menjadi seorang penulis pun harus mau memiliki hobi untuk membaca. Dengan membaca, perbendaharaan kata yang banyak, akan meningkatkan kualitas tulisannya.
Menjadi seorang penulis pun harus mau memiliki hobi untuk membaca. Dengan membaca, perbendaharaan kata yang banyak, akan meningkatkan kualitas tulisannya.
Baca juga : 10 alasan membaca secara teratur
Contoh buruk pada tulisan yang kurang berkualitas misalkan penggunaan
kata yang berulang-ulang dalam setiap paragrafnya.
Seperti anak-anak yang belajar mengarang, akan menggunakan kata “kemudian” untuk menyambung pada beberapa kalimat di setiap paragrafnya.
Seperti anak-anak yang belajar mengarang, akan menggunakan kata “kemudian” untuk menyambung pada beberapa kalimat di setiap paragrafnya.
Perhatikan saja gaya menulis anak-anak SD. Contoh yang pernah saya temui adalah anak di suruh membuat karangan berdasarkan gambar, dan hasil karangannya yang berjudul “Pergi ke Pasar” membuat saya bingung dengan pola kata.
“Hari Minggu saya bersama ibu pergi ke pasar. Di pasar
saya dan ibu membeli baju baru. Kemudian setelah membeli baju, ibu mengajak
saya membeli sayur-sayuran. Setelah membeli sayur-sayuran kemudian saya dan ibu
membeli bakso. Rasa bakso itu enak sekali. Setelah makan bakso, kemudian saya
dan ibu pulang naik becak.... “
Perbendaharaan kata yang kurang banyak, akan membuat si penulis merasa buntu dengan artikel yang dia buat.
Kata-kata yang di jadikan penghubung tiap kalimat akhirnya berulang-ulang bertebaran di setiap paragrafnya, seperti kemudian, lalu.
Berbeda dengan orang yang hobi atau suka membaca, hasil
tulisannya akan lebih bermutu dan berkualitas. Dengan perbendaharaan kata yang
banyak, untuk menulis seperti hal yang mudah.
Setiap kalimat akan terasa mengalir begitu saja, terasa enak untuk di baca. Membuat pembaca merasa betah ketika membaca.
Setiap kalimat akan terasa mengalir begitu saja, terasa enak untuk di baca. Membuat pembaca merasa betah ketika membaca.
Artikel yang bagus, bukan sekedar membuat pembaca betah
berlama-lama, tapi membuat pembaca semakin penasaran dengan tulisan atau
artikel tersebut.
Menjadikan banyak pertanyaan baik disadari maupun tidak disadari oleh pembaca. Membuat pembaca seperti orang yang sedang kehausan, meminum banyak air minum, terus, terus, dan terus.
Menjadikan banyak pertanyaan baik disadari maupun tidak disadari oleh pembaca. Membuat pembaca seperti orang yang sedang kehausan, meminum banyak air minum, terus, terus, dan terus.
Untuk bisa membuat artikel seperti yang disebutkan di atas,
memang bukan perkara mudah. Namun jika kita mempunyai perbendaharaan kata yang
banyak, sangat mungkin kita bisa membuatnya.
Saya sering menemukan beberapa artikel, baik media cetak maupun di internet, sang penulis saya akui hebat, kemampuannya merangkai kata menjadikan artikelnya enak di baca.
Jika dia menulis di blog, membuat para pengunjung merasa betah berlama-lama di blognya.
Dimanapun tempat, biasanya saya membaca sesuatu dari
smartphone. Bisa berita, atau mencari informasi dan teknologi yang baru. Ketika
hendak tidur juga biasanya saya gunakan untuk membaca.
Dengan lampu sedikit terang, bahkan kadang tanpa lampu, saya membaca sebuah berita atau blog orang lain.
Dengan lampu sedikit terang, bahkan kadang tanpa lampu, saya membaca sebuah berita atau blog orang lain.
![]() |
Membaca sebelum tidur |
Namun saya baru menyadari, jika membaca dengan cahaya yang
kurang ternyata tidak di anjurkan. Bahkan sangat di himbau untuk tidak membaca
di tempat gelap atau minim cahaya.
Fakta pertama:
Membaca di tempat gelap akan membuat mata kita cepat lelah.
Memang bagus untuk pengantar tidur, apalagi bagi orang yang
susah tidur.
Mata yang lelah akan membuat kita dengan sendirinya tertidur. Namun membaca ditempat yang gelap tentunya akan menimbulkan ketegangan pada otot-otot mata.
Walaupun sebagian beranggapan bahwa membaca di tempat gelap tidak menimbulkan penyakit yang berkaitan dengan mata, sebaiknya kita tetap sayangi mata kita.
Jangan membiasakan mata kita lelah dan tegang karena membaca di tempat gelap atau kurang cahaya.
Mata yang lelah akan membuat kita dengan sendirinya tertidur. Namun membaca ditempat yang gelap tentunya akan menimbulkan ketegangan pada otot-otot mata.
Walaupun sebagian beranggapan bahwa membaca di tempat gelap tidak menimbulkan penyakit yang berkaitan dengan mata, sebaiknya kita tetap sayangi mata kita.
Jangan membiasakan mata kita lelah dan tegang karena membaca di tempat gelap atau kurang cahaya.
Biarkan saja yang beranggapan bahwa membaca di tempat yang kurang cahaya tidak mempengaruhi kesehatan mata. Kalau saya tetap beranggapan tidak baik untuk kesehatan mata kita.
Otot mata kita bukan otot bisep yang bila di latih dengan mengangkat beban akan menjadi lebih maco. Kita tidak sedang melatih badan kita supaya terlihat bagus layaknya binaragawan. Tetapi otot mata pastinya memiliki perbedaan dengan otot-otot yang lain.
Bagaimana jika kebiasaan membaca di tempat gelap menjadikan otot mata kita lemah?
Apakah ada yang berani bertanggung jawab mengatakan bahwa membaca di tempat gelap tidak berbahaya?
Apapun argumen anda, saya lebih memilih aman, untuk tidak membaca di tempat yang gelap atau kurang cahaya.
Fakta ke dua:
Membaca suatu artikel pada gadget, semisal smartphone atau
tablet di tempat gelap, sudah menjadi kebiasaan saya sendiri.
Dampak yang saya rasakan sama, mata menjadi cepat lelah. Terkadang merasa ada ketegangan di otot leher, dan pusing.
Kemudian ketika mencoba mengalihkan pandangan ke sudut yang lain, butuh beberapa detik supaya mata bisa menyesuaikan pandangan.
Dampak yang saya rasakan sama, mata menjadi cepat lelah. Terkadang merasa ada ketegangan di otot leher, dan pusing.
Kemudian ketika mencoba mengalihkan pandangan ke sudut yang lain, butuh beberapa detik supaya mata bisa menyesuaikan pandangan.
Baca juga : Smartphone atau ponsel cerdas?
Mengutip pada sebuah artikel di medicom.co.id, Prof. Lili
direktur rumah sakit Opthalmology mengatakan, bahwa sinar ponshel atau tablet yang
secara langsung mengenai mata selama 30 menit, akan menimbulkan dampak buruk
bagi kesehatan mata.
Menurut beliau, hal ini akan menyebabkan degenerasi makula. Penyakit ini tidak dapat di sembuhkan.
Menurut beliau, hal ini akan menyebabkan degenerasi makula. Penyakit ini tidak dapat di sembuhkan.
Menurut Prof. Lili, bahwa penderita degenerasi makula biasanya di alami oleh orang tua, namun sekarang kecenderungan penyakit makula meningkat 3 kali lipat, dan penderitanya di alami antara usia 20 – 40 tahun.
Penderita kenyakan dari pengguna smartphone/tablet.
Membaca artikel tersebut, membuat saya berpikir ulang, dan mulai sekarang kebiasaan membaca di tempat gelap sudah mulai saya tinggalkan.
Bagaimana dengan pembaca, mungkin juga ada yang tidak setuju
dengan pandangan saya, atau mungkin bagi yang ingin menambahi silahkan
berkomentar.
No comments:
Write comments